Radio90.com — Dunia musik heavy metal dan industri professional wrestling mendadak diselimuti duka mendalam. Andy Williams—gitaris pendiri band metalcore legendaris Every Time I Die yang juga dikenal sebagai pegulat profesional berjuluk “The Butcher”—dilaporkan meninggal dunia di usia 48 tahun setelah mengalami insiden medis darurat saat bertanding di atas ring.
Kolaps di Atas Ring Usai Pertandingan Tag-Team
Tragedi ini terjadi di acara Enjoy Wrestling yang berlangsung di Mr. Smalls Theatre, Pennsylvania. Andy Williams yang berpasangan dengan rekan tag-team lamanya, Jesse Guilmette (“The Blade”), tiba-tiba pingsan sesaat setelah pertandingan usai. Tim medis di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama berupa CPR dan menggunakan alat defibrillator sebelum melarikannya ke rumah sakit setempat. Sayangnya, nyawa Williams tidak tertolong.
Sosok Ganda: Dari Gitaris Metalcore hingga Raksasa AEW
Bagi penikmat musik cadas, Andy Williams adalah pilar utama Every Time I Die. Sejak mendirikan band asal Buffalo tersebut pada tahun 1998 hingga bubar di tahun 2022, raungan gitar ritemnya menjadi warna khas di sembilan album studio mereka. Pasca Every Time I Die bubar, ia tetap produktif bermusik lewat proyek terbarunya, Atomic Rule.
Namun di sisi lain, kecintaannya yang mendalam pada gulat membuatnya nekat terjun ke dunia profesional. Perawakan jangkung, tubuh penuh tato, serta kumis ikoniknya dengan cepat menyedot perhatian. Puncaknya, ia bergabung dengan promosi gulat raksasa All Elite Wrestling (AEW) sejak 2019 dan sukses menjadi salah satu tim tag-team paling favorit bagi para penggemar.
Penghormatan dari Komunitas Gulat dan Musik Cadas
Kabar duka ini langsung memicu gelombang penghormatan dari dua komunitas besar yang jarang bersinggungan. Bintang-bintang gulat seperti CM Punk, Matt Hardy, hingga manajemen AEW menyampaikan duka terdalam mereka, mengingat Williams bukan hanya sebagai entertainer yang hebat, tetapi juga sosok yang sangat hangat, humoris, dan berhati besar di balik penampilannya yang garang di atas ring.
Mantan rekan-rekannya di Every Time I Die dan skena musik cadas juga turut menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian sang gitaris. Andy Williams membuktikan bahwa batas antara musik cadas dan aksi gulat bisa disatukan dengan passion yang luar biasa.
Selamat jalan, Andy “The Butcher” Williams. Karya-karyamu di atas panggung dan aksi megahmu di dalam ring akan selalu diabadikan oleh para fans di seluruh dunia.

