Kabar mengejutkan datang dari industri musik tanah air. Salah satu band pop-malay paling ikonik dan fenomenal di Indonesia, Kangen Band, diumumkan resmi bubar oleh sang gitaris sekaligus pendiri utamanya, Dodhy Hardiyanto.
Pengumuman yang disampaikan secara terbuka melalui akun media sosial pribadi pada 12 September 2026 ini langsung memicu kehebohan di kalangan penikmat musik Indonesia, mengingat band asal Lampung tersebut telah mewarnai industri hiburan selama lebih dari dua dekade.
1. Pernyataan Mengejutkan dan Konflik Internal
Dalam unggahan yang mengejutkan para penggemar setianya (Duta Kangen Band), Dodhy menyatakan bahwa perjalanan panjang Kangen Band harus terhenti. Ia menyiratkan adanya persoalan mendalam serta rasa sakit yang telah lama ia pendam akibat apa yang disebutnya sebagai bentuk “kezaliman” di dalam internal grup.
Tidak hanya mengumumkan pembubaran, Dodhy secara tegas juga meminta kepada para mantan personel serta pihak penyelenggara acara (event organizer) agar tidak lagi membawakan lagu-lagu ciptaannya di atas panggung.
“Kangen Band resmi bubar. Ada banyak hal dan rasa sakit serta kezaliman yang sudah lama saya simpan… Saya juga meminta pihak-pihak terkait untuk tidak lagi membawakan karya-karya ciptaan saya dalam setiap penampilan ke depannya.”
>Dodhy Hardiyanto, Pendiri & Gitaris Kangen Band (Sumber: Pernyataan Resmi Akun Instagram Pribadi / Antara News)
2. Respons Vokalis Andika Mahesa
Di sisi lain, sang vokalis ikonik yang kerap dijuluki Babang Tamvan, Andika Mahesa, memberikan tanggapan atas pengumuman mendadak tersebut. Ia mengaku terkejut dan belum mengetahui secara pasti akar permasalahan besar yang memicu keputusan sepihak dari Dodhy.
Hingga saat ini, para penggemar masih menantikan keterangan resmi lanjutan dari kedua belah pihak guna memperjelas status masa depan grup serta hak cipta dari deretan lagu hits yang kadung melekat di hati masyarakat luas.
3. Warisan Emas Perjalanan “Anak Jalanan” Lampung
Dibentuk di Bandar Lampung pada 4 Juli 2005 silam, Kangen Band menorehkan sejarah tersendiri dalam industri musik komersial Indonesia. Dengan mengusung genre pop-malay berbalut lirik yang dekat dengan realitas percintaan masyarakat kelas pekerja, mereka sukses mencetak rekor penjualan jutaan kopi lewat lagu-lagu legendaris seperti “Tentang Aku, Kau, dan Dia”, “Yolanda”, “Pujaan Hati”, dan “Doy”.
Meskipun perjalanan mereka diwarnai beberapa kali pergantian formasi dan sempat vakum, Kangen Band tetap menjadi salah satu simbol budaya pop dekade 2000-an yang memiliki basis massa sangat loyal. Pengumuman bubarnya band ini menandai akhir dari sebuah babak penting dalam sejarah musik pop mainstream Indonesia.

