Radio90.com — Musim panas tahun 1995 menjadi salah satu periode paling panas dan bersejarah dalam riwayat musik rock Inggris. Di tengah puncak kejayaan gerakan Britpop, publik Britania Raya disuguhkan sebuah persaingan sengit yang tak hanya mendominasi tangga lagu, tetapi juga membelah penggemar musik menjadi dua kubu: Blur vs Oasis.
Puncak dari perseteruan ini terjadi pada pertengahan Agustus 1995, sebuah peristiwa ikonik yang kemudian dikenang oleh media dan pengamat musik sebagai “The Battle of Britpop” (Pertempuran Britpop).
Dua Raksasa, Dua Kelas Sosial, Satu Singgasana
Persaingan antara Blur dan Oasis terasa begitu eksplosif karena kedua band mempresentasikan dua latar belakang budaya dan kelas sosial yang bertolak belakang di Inggris:
-
Blur (Kelas Menengah Selatan): Digawangi oleh Damon Albarn dan Graham Coxon, Blur berasal dari London dan area Selatan Inggris. Berpendidikan seni, bergaya art-school, dan mengusung musik pop-rock satiris yang cerdas, Blur adalah representasi anak muda kelas menengah perkotaan.
-
Oasis (Kelas Pekerja Utara): Dipimpin oleh Gallagher bersaudara (Liam dan Noel), Oasis datang dari garis keras kelas pekerja Manchester di Utara Inggris. Dengan sikap tengil, blak-blakan, serta musik rock ‘n’ roll yang lugas dan anthemik, Oasis adalah pahlawan bagi kalangan buruh dan anak jalanan.
Awalnya, kedua band saling menghormati. Namun, seiring meroketnya ketenaran masing-masing, friksi pribadi dan adu gengsi di media tak terhindarkan. Damon Albarn yang merasa terintimidasi oleh dominasi Oasis memutuskan untuk menantang mereka secara terbuka di kandang tangga lagu.
Penentuan 14 Agustus 1995: Head-to-Head Hari Rilisan
Awalnya, Blur dijadwalkan merilis single terbaru mereka, “Country House”, pada pertengahan Agustus. Di sisi lain, Oasis sudah menetapkan tanggal yang sama untuk merilis single andalan mereka, “Roll With It”.
Bukannya menggeser jadwal rilis untuk menghindari bentrokan komersial, label rekaman Blur justru sengaja memajukan tanggal rilis “Country House” agar bertepatan persis pada hari Senin, 14 Agustus 1995. Keputusan ini secara resmi memulai pertempuran langsung di toko-toko kaset dan CD di seluruh Inggris.
Media nasional Inggris, dari majalah musik ternama seperti NME dan Melody Maker hingga pers tabloid harian seperti The Sun, menjadikan persaingan ini sebagai berita utama di halaman depan. Pertempuran musik ini bahkan masuk ke dalam program berita utama BBC News, mengalahkan liputan isu politik nasional.
Hasil Akhir: Blur Memenangkan Pertempuran, Oasis Memenangkan Perang
Selama satu minggu penuh, warga Inggris berbondong-bondong datang ke toko musik untuk memilih jagoan mereka. Pada hari Minggu, 20 Agustus 1995, pengumuman tangga lagu UK Singles Chart resmi dibacakan:
-
Pemenang Tangga Lagu: Blur (“Country House”) berhasil merebut posisi #1 dengan angka penjualan mencapai 274.000 kopi.
-
Peringkat Kedua: Oasis (“Roll With It”) berada di posisi #2 dengan penjualan 216.000 kopi (terhambat oleh masalah teknis pendaftaran kode batang barcode di beberapa toko).
Damon Albarn dan Blur merayakan kemenangan angka tersebut. Namun, peta kekuatan segera berubah beberapa bulan kemudian.
Meski Blur memenangkan pertempuran single Agustus, Oasis memenangkan “perang” jangka panjang secara budaya dan komersial. Album kedua Oasis, (What’s the Story) Morning Glory?, dirilis tak lama setelahnya dan meledak secara raksasa di seluruh dunia—termasuk menembus pasar Amerika Serikat—terjual puluhan juta kopi dan melahirkan lagu abadi “Wonderwall”.
Sementara itu, album Great Escape milik Blur perlahan tersapu oleh gelombang raksasa kepopuleran Oasis yang menjadi puncak fenomena Cool Britannia.
Warisan Budaya Era Britpop
Pertempuran Britpop 1995 bukan sekadar kompetisi jualan kaset, melainkan sebuah fenomena budaya pop yang berhasil mengangkat musik guitar rock Inggris kembali ke puncak kejayaan global setelah sempat tertutup oleh dominasi grunge Amerika.
Hingga hari ini, peristiwa “Blur vs Oasis” tetap dikenang sebagai momen paling dramatis, menghibur, dan penuh warna dalam sejarah perjalanan musik era 90-an..

