Radio90an.com – Di tengah kemudahan mengakses puluhan juta lagu lewat platform streaming musik seperti Spotify atau Apple Music, anak muda era sekarang justru rela merogoh kocek lebih dalam untuk membeli kaset pita dan piringan hitam dari band-band era 90-an hingga album musisi modern saat ini.
1. Dari Media Sosial hingga Menjadi Tren Lifestyle
Di platform TikTok dan Instagram, konten-konten seperti “Unboxing Vinyl Record”, “Koleksi Kaset Pita 90-an”, hingga “Room Tour Setup Pemutar Kaset Vintage” berhasil mendulang jutaan penonton.
-
Estetika Ruangan dan Dekorasi: Rilisan fisik seperti piringan hitam dengan artwork sampul berukuran besar (12-inch) kini dianggap sebagai karya seni visual. Memajangnya di rak dinding atau di samping turntable (pemutar piringan hitam) memberikan nuansa kamar yang aesthetic, hangat, dan bergaya retro 90s.
-
Sensasi Mengoperasikan Perangkat Analog: Mengeluarkan kaset dari casing mika, memasukkannya ke dalam walkman atau tape deck, hingga menekan tombol PLAY mekanis menghadirkan kepuasan taktil (tactile satisfaction) yang tidak bisa didapatkan dari sekadar menyentuh layar ponsel pintar.
2. Slow Listening: Melawan Kebiasaan Skip Lagu di Era Digital
Kemudahan platform digital membuat budaya mendengarkan musik menjadi sangat cepat. Lagu sering kali di-skip hanya dalam hitungan detik jika tidak langsung menarik perhatian. Tren kaset dan piringan hitam menawarkan pengalaman sebaliknya, yaitu Slow Listening:
-
Mendengarkan Album Secara Utuh: Rilisan fisik memaksa pendengar untuk menikmati seluruh trek dalam satu album dari lagu pertama hingga akhir, persis seperti cara orang mendengarkan musik di era 90-an.
-
Kualitas Suara yang “Hangat” (Warm Sound): Desisan halus (hiss) khas kaset pita serta crackles(suara kresek-kresek lembut) dari jarum pemutar piringan hitam justru menjadi daya tarik utama. Bunyi-bunyi organik ini memberikan karakter suara yang otentik dan menenangkan.
3. Berburu Rilisan Fisik di Pasar Thrift dan Toko Musik Independen
Viralnya tren ini menghidupkan kembali ekosistem toko musik fisik dan pasar barang bekas di berbagai kota:
-
Kebangkitan Toko Musik Indie: Toko-toko rilisan fisik lokal kini dipadati anak muda setiap akhir pekan. Tempat-tempat ini kembali berfungsi sebagai ruang berkumpul (hangout spot) untuk saling bertukar rekomendasi musik.
-
Format Kaset Pita Kembali Diproduksi: Tak hanya album-album legendaris 90-an (seperti Sheila on 7, Dewa 19, Nirvana, atau Oasis) yang diburu, musisi-musisi hits zaman sekarang pun kini kembali merilis album baru mereka dalam format kaset pita dan piringan hitam terbatas (limited edition) untuk memenuhi permintaan pasar anak muda.

