• Whatsapp
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram
  • Copy
Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Threads
    Subscribe
    • Home
    • News
    • Musik
    • Viral
    • Event
    • Nostalgia 90an
    • Video
    Home » Demam Vinyl dan Casette Tape: Mengapa Generasi Z Menggilai Musik Analog 90-an?
    Nostalgia 90an

    Demam Vinyl dan Casette Tape: Mengapa Generasi Z Menggilai Musik Analog 90-an?

    Radio90anBy Radio90anOctober 18, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Radio90an.com – Di tengah kemudahan mengakses puluhan juta lagu lewat platform streaming musik seperti Spotify atau Apple Music, anak muda era sekarang justru rela merogoh kocek lebih dalam untuk membeli kaset pita dan piringan hitam dari band-band era 90-an hingga album musisi modern saat ini.

    1. Dari Media Sosial hingga Menjadi Tren Lifestyle

    Di platform TikTok dan Instagram, konten-konten seperti “Unboxing Vinyl Record”, “Koleksi Kaset Pita 90-an”, hingga “Room Tour Setup Pemutar Kaset Vintage” berhasil mendulang jutaan penonton.
    • Estetika Ruangan dan Dekorasi: Rilisan fisik seperti piringan hitam dengan artwork sampul berukuran besar (12-inch) kini dianggap sebagai karya seni visual. Memajangnya di rak dinding atau di samping turntable (pemutar piringan hitam) memberikan nuansa kamar yang aesthetic, hangat, dan bergaya retro 90s.
    • Sensasi Mengoperasikan Perangkat Analog: Mengeluarkan kaset dari casing mika, memasukkannya ke dalam walkman atau tape deck, hingga menekan tombol PLAY mekanis menghadirkan kepuasan taktil (tactile satisfaction) yang tidak bisa didapatkan dari sekadar menyentuh layar ponsel pintar.

    2. Slow Listening: Melawan Kebiasaan Skip Lagu di Era Digital

    Kemudahan platform digital membuat budaya mendengarkan musik menjadi sangat cepat. Lagu sering kali di-skip hanya dalam hitungan detik jika tidak langsung menarik perhatian. Tren kaset dan piringan hitam menawarkan pengalaman sebaliknya, yaitu Slow Listening:
    • Mendengarkan Album Secara Utuh: Rilisan fisik memaksa pendengar untuk menikmati seluruh trek dalam satu album dari lagu pertama hingga akhir, persis seperti cara orang mendengarkan musik di era 90-an.
    • Kualitas Suara yang “Hangat” (Warm Sound): Desisan halus (hiss) khas kaset pita serta crackles(suara kresek-kresek lembut) dari jarum pemutar piringan hitam justru menjadi daya tarik utama. Bunyi-bunyi organik ini memberikan karakter suara yang otentik dan menenangkan.

    3. Berburu Rilisan Fisik di Pasar Thrift dan Toko Musik Independen

    Viralnya tren ini menghidupkan kembali ekosistem toko musik fisik dan pasar barang bekas di berbagai kota:
    • Kebangkitan Toko Musik Indie: Toko-toko rilisan fisik lokal kini dipadati anak muda setiap akhir pekan. Tempat-tempat ini kembali berfungsi sebagai ruang berkumpul (hangout spot) untuk saling bertukar rekomendasi musik.
    • Format Kaset Pita Kembali Diproduksi: Tak hanya album-album legendaris 90-an (seperti Sheila on 7, Dewa 19, Nirvana, atau Oasis) yang diburu, musisi-musisi hits zaman sekarang pun kini kembali merilis album baru mereka dalam format kaset pita dan piringan hitam terbatas (limited edition) untuk memenuhi permintaan pasar anak muda.

    Share this...
    • Whatsapp
    • Facebook
    • Telegram
    • Twitter
    • Linkedin
    • Pinterest
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDemam Bluetooth, Infrared, dan Tukar Lagu MP3 di Sekolah: Ritual Berbagi Media Sebelum Ada WhatsApp
    Next Article Mode Y2K dan Thrifting: Ketika Fashion Era 90-an Menguasai Lemari Gen Z
    Radio90an
    • Website

    Related Posts

    Radio Pemutar dan Mixtape Kaset: Romantisme Berbagi Musik di Era Sebelum Playlist Digital

    October 18, 2026

    Demam Bluetooth, Infrared, dan Tukar Lagu MP3 di Sekolah: Ritual Berbagi Media Sebelum Ada WhatsApp

    October 18, 2026

    Fenomena HP Layar Lipat & Slider Era 2000-an: Ketika Menutup Ponsel dengan Gaya Jadi Simbol Paling Keren

    October 18, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.