Radio90an.com – Ngomongin boyband dan girlband Indonesia, ternyata fenomena ini udah ada sejak era 90an, jauh sebelum demam K-Pop kayak sekarang. Bedanya, formatnya waktu itu lebih terpengaruh gaya vokal grup Barat dan Jepang, dipadu sama sentuhan pop Melayu yang kental banget rasa lokalnya.
Salah satu yang paling dikenang adalah Trio Libels, digawangi oleh Yanni Djunaedi, Ronny Sianturi, dan Edwin Manansang yang ketemu waktu masih sekolah di SMA Negeri 15 Jakarta. Lagu-lagu kayak “Gadisku” dan “Aku Suka Kamu” jadi bukti kalau boyband lokal juga bisa punya lagu catchy yang awet sampai dua dekade lebih. Ada juga grup FBI yang beranggotakan Roy Jordy, Arya Weda, dan Indra Bekti, terkenal lewat lagu remake “Khatulistiwa” milik Chrisye.
Di sisi girlband, ada RSD yang isinya Rida Farida, Sita Nursanti, dan Dewi Lestari Simangunsong alias Dee, penulis novel yang belakangan sukses besar di dunia literasi. RSD bertahan hampir sembilan tahun sebelum akhirnya bubar. Ada juga girlband Bening dengan lagu “Ada Cinta” ciptaan Yovie Widianto, yang sampai dicover ulang sama boyband generasi 2010-an, SM*SH.
Salah satu alasan kenapa lagu-lagu boyband dan girlband 90an ini awet di telinga adalah karena era itu jadi puncak kejayaan teknologi musik, baik analog maupun digital yang mulai terpadu. Ekonomi yang lagi bagus juga bikin distribusi lagu ke pasaran jadi lebih lancar. Beda sama boyband/girlband kiblat Korea yang muncul belakangan, karya-karya era 90an ini justru terbukti lebih tahan lama dan masih sering diputar di radio sampai sekarang.













