• Whatsapp
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram
  • Copy
Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Threads
    Subscribe
    • Home
    • News
    • Musik
    • Viral
    • Event
    • Nostalgia 90an
    • Video
    Home » Kereta Api Parahyangan Era 90-an: Sensasi “Ular Besi” Pembelah Pegunungan Pasundan dan Ikon Perjalanan Nostalgik
    transportasi

    Kereta Api Parahyangan Era 90-an: Sensasi “Ular Besi” Pembelah Pegunungan Pasundan dan Ikon Perjalanan Nostalgik

    Radio90anBy Radio90anOctober 11, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Radio90an.com – Sebelum hadirnya Tol Cipularang yang memangkas waktu tempuh atau Kereta Cepat Whoosh yang serba canggih, perjalanan dari Jakarta menuju Bandung di era 90-an memiliki rajanya tersendiri: Kereta Api (KA) Parahyangan. Bagi anak sekolah, mahasiswa, maupun keluarga era 90-an, menaiki KA Parahyangan bukan sekadar urusan berpindah kota, melainkan sebuah ritual perjalanan visual yang penuh kenangan dan estetika abadi.

    Sensasi Melintasi Jembatan Cikubang dan Pemandangan Lembah Hijau

    Ditarik oleh lokomotif legendaris seperti CC201 atau CC203 bermotif garis merah-biru khas Perumka (Perusahaan Umum Kereta Api), KA Parahyangan mengular membelah bentang alam Jawa Barat yang menakjubkan.
    “Momen paling dinantikan penumpang era 90-an adalah saat kereta melintas perlahan di atas Jembatan Cikubang—jembatan kereta api terpanjang di Indonesia—serta Jembatan Cisomang. Rasanya seperti melayang di atas jurang dan lembah hijau yang megah.”
    Pemandangan bukit teh yang berselimut kabut tipis, terasering sawah, serta terowongan tebing batu menjadi hiburan alami yang dinikmati dari balik jendela kaca kereta yang bisa dibuka-tutup.

    Kuliner Khas Gerbong Restorasi dan Jajanan Asongan

    Suasana di dalam gerbong KA Parahyangan era 90-an sangat khas dan senantiasa dirindukan:
    • Nasi Goreng Parahyangan: Mampir ke gerbong restorasi (piringan) untuk menikmati piring kaleng berisi Nasi Goreng Kereta Api lengkap dengan telur ceplok dan kerupuk adalah tradisi wajib para penumpang.
    • Teh Tubruk & Kopi Panas: Menyeduh teh hangat manis khas Parahyangan sambil mendengarkan derak roda besi di atas rel menambah syahdunya perjalanan.
    • Aroma Pop Mie & Jajanan Stasiun: Di setiap pemberhentian stasiun seperti Purwakarta atau Padalarang, suara pedagang asongan yang menawarkan tahu sumedang, peuyeum Bandung, hingga Pop Mie menyelinap masuk melalui celah jendela.

    Kapsul Waktu Romantisme Jalur Darat

    KA Parahyangan di dekade 90-an adalah simbol dari perjalanan yang tidak terburu-buru—sebuah momen untuk menikmati waktu, membaca novel, mendengarkan musik dari walkman, atau sekadar mengobrol hangat dengan sesama penumpang sepanjang jalur lintasan. Ia berdiri kokoh sebagai salah satu moda transportasi paling legendaris yang mematri kenangan manis di hati Generasi 90-an.
    Share this...
    • Whatsapp
    • Facebook
    • Telegram
    • Twitter
    • Linkedin
    • Pinterest
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBus Kota Legendaris 90-an: Tingkat Volgren, Metromini “Raja Jalanan”, dan Kereta Listrik Ekonomi
    Next Article Suzuki Jimny “Katana” (1993): SUV Ringkas Si Pelibas Jalanan dan Simbol Skena Gaul Anak Muda 90-an
    Radio90an
    • Website

    Related Posts

    Suzuki Jimny “Katana” (1993): SUV Ringkas Si Pelibas Jalanan dan Simbol Skena Gaul Anak Muda 90-an

    October 11, 2026

    Bus Kota Legendaris 90-an: Tingkat Volgren, Metromini “Raja Jalanan”, dan Kereta Listrik Ekonomi

    October 11, 2026

    Vespa “Corsa” 121 (1991): Pioneer Skuter Matik Pertama di Indonesia dan Ikon Gaya Skena Urban 90-an

    October 11, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.