Radio90.com — Di era 1990-an, kebahagiaan anak-anak sekolah dasar tidak diukur dari seberapa canggih gawai yang dimiliki atau seberapa megah tempat bermain yang dikunjungi. Kebahagiaan masa kecil sering kali hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: deretan gerobak warna-warni yang berjajar rapi di depan gerbang sekolah saat bel istirahat atau bel pulang berbunyi.
Dunia kuliner pinggir jalan (street food) sekolah dasar 90-an adalah episentrum kegembiraan. Dari uang saku ber nominal koin ratusan rupiah, anak-anak 90-an dapat menikmati aneka kreasi jajanan unik, gurih, dan manis yang menjadi penyemangat hari-hari sekolah.
Fenomena Es Choki-Choki dan Olahan Es Kreatif
Di tengah teriknya matahari siang saat jam pulang sekolah, penjaja es menjadi incaran utama para siswa. Di antara sekian banyak varian es buatan pedagang lokal, Es Choki-Choki menduduki posisi istimewa di hati anak 90-an.
-
Inovasi Cokelat dalam Plastik Es: Berawal dari cokelat pasta populer bermerek Choki-Choki yang biasa dimakan langsung, para pedagang kreatif memasukkan stik cokelat tersebut ke dalam kantong plastik es lilin yang diisi adonan susu atau santan gurih. Ketika dibekukan, lelehan cokelat yang menempel di dinding plastik menciptakan sensasi rasa manis-gurih yang adiktif saat digigit.
-
Es Mambo dan Es Gabus: Selain Es Choki-Choki, terdapat Es Mambo bermacam rasa (asam jawa, kacang hijau, cokelat) serta Es Gabus—es berbahan dasar tepung hunkwe bertekstur lembut mirip gabus dengan lapisan warna-warni pelangi yang diiris tipis lalu dijepit plastik.
-
Es Serut Pelangi: Es batu yang diserut manual menggunakan papan kayu berbilah pisau, dibentuk menggunung di atas tangkai bambu, lalu disiram sirup merah dan kuning yang manis.
Jajanan Gurih Legendaris Depan Gerbang Sekolah
Sektor jajanan hangat dan gurih tak kalah memikat. Bau harum tumisan bumbu dan minyak goreng yang menyeruak dari gerobak abang penjual selalu berhasil memancing antrean anak-anak yang memegang koin di tangannya.
-
Telur Gulung dan Telur Cicak: Gorengan berbahan dasar telur kocok yang dituangkan ke dalam wajan berisi minyak panas, lalu digulung secara cepat menggunakan tusuk sate bambu. Disajikan hangat dengan siraman saus cabai encer khas sekolah.
-
Kue Rangi dan Rangin: Jajanan tradisional berbahan kelapa parut dan tepung sagu yang dipanggang di atas cetakan logam khusus dengan bahan bakar kayu atau arang. Wangi gurihnya dipadukan dengan olesan gula merah cair yang kental.
-
Anak Mas dan Mie Remas: Di kategori makanan ringan kemasan, produk mie instan kering seperti Anak Mas, Mimi, atau Krip-Krip menjadi raja. Ritual meremas mie di dalam kemasan, menaburkan bumbu gurih, lalu mengocoknya hingga merata adalah pengalaman kuliner ikonik anak 90-an.
-
Cilok, Cimol, dan Cilor: Olahan tepung tapioka (aci) berbentuk bulatan kecil yang dikukus atau digoreng, lalu diberi bumbu kacang atau taburan bumbu bubuk rasa keju dan balado.
Nilai Nostalgia dan Kehangatan Interaksi
Jajanan sekolah era 90-an bukan sekadar tentang memuaskan rasa lapar atau dahaga di sela pelajaran. Di depan gerobak pedagang itulah anak-anak belajar mengantre dengan sabar, melakukan transaksi ekonomi pertama mereka dengan uang saku sendiri, serta berbagi makanan dengan teman sekelas.
Senyum ramah abang penjual yang hafal pesanan langganannya, gurauan antar-teman saat berebut mengambil bumbu ekstra, dan sensasi dingin Es Choki-Choki di pinggir lapangan sekolah adalah potongan mosaik indah yang melengkapi kenangan masa kecil Generasi X dan Milenial.
Meskipun zaman terus berganti dan aneka kuliner modern hadir mengisi pusat perbelanjaan, cita rasa sederhana dari jajanan SD era 90-an akan selalu memiliki tempat tersendiri—sebuah rasa manis yang tak terlupakan dari masa lalu.

