• Whatsapp
  • Facebook
  • Twitter
  • Telegram
  • Copy
Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok Threads
    Subscribe
    • Home
    • News
    • Musik
    • Viral
    • Event
    • Nostalgia 90an
    • Video
    Home ยป Dunia Fantasi (Dufan) di Dekade 90-an: Taman Bermain Legendaris, Maskot Kera Sakti, dan Petualangan Penuh Adrenalin
    place

    Dunia Fantasi (Dufan) di Dekade 90-an: Taman Bermain Legendaris, Maskot Kera Sakti, dan Petualangan Penuh Adrenalin

    Radio90anBy Radio90anOctober 10, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Radio90an.com – Jika kawasan pesisir Ancol menawarkan deburan angin laut yang menenangkan, maka melangkahkan kaki melewati gerbang Dunia Fantasi (Dufan) di dekade 90-an adalah awal dari sebuah ledakan kegembiraan yang luar biasa. Bagi anak-anak, remaja, dan keluarga Indonesia di era 90-an, Dufan bukan sekadar taman rekreasi, melainkan sebuah gerbang ajaib menuju dunia imajinasi tanpa batas.

    Maskot Kera Sakti dan Sambutan Musik Ikonik di Gerbang Masuk

    Begitu menginjakkan kaki di kawasan Dufan, pengunjung langsung disambut oleh maskot ikonik berwujud kera bekantan berhidung panjang yang akrab disapa Dufan. Kehadirannya dengan kostum warna-warni yang ceria selalu berhasil memancing senyum dan menjadi buruan utama untuk berfoto bersama menggunakan kamera analog.
    “Suasana pagi di depan gerbang Dufan selalu dipenuhi antrean panjang rombongan anak sekolah berkseragam bebas atau keluarga besar yang memegang tiket gelang kertas berwarna-warni, diiringi alunan musik riang khas taman bermain yang menggema dari pelantang suara.”
    Udara dipenuhi aroma berondong jagung manis (popcorn), harumnya harum manis (arum manis), serta gelak tawa yang berpadu dengan suara mesin wahana dari kejauhan.

    Uji Nyali di Halilintar hingga Suasana Magis Istana Boneka

    Dekade 90-an di Dufan diwarnai oleh deretan wahana legendaris yang menguji adrenalin sekaligus meninggalkan kenangan mendalam di hati para pengunjungnya:
    • Halilintar: Wahana roller coaster kebanggaan Dufan ini adalah ujian keberanian mutlak bagi anak muda 90-an. Suara rel besi yang berderit disusul teriakan histeris para penumpang saat kereta meluncur deras dan berputar 360 derajat menjadi latar suara paling khas di zona tersebut.
    • Istana Boneka: Menjadi oase penyejuk yang paling dicari setelah lelah berjalan-jalan di bawah terik matahari. Menaiki perahu perlahan menyusuri terowongan ber-AC sambil mendengarkan lagu tema “Aku Anak Indonesia” dan melihat ratusan boneka mekanik berbusana tradisional dunia menari-nari adalah pengalaman yang sangat magis bagi anak-anak.
    • Niagara-gara: Wahana air yang menantang adrenalin di mana perahu kayu meluncur kencang menuruni air terjun buatan, menghasilkan cipratan air besar yang membuat seluruh penumpang basah kuyup namun tertawa puas.
    • Kicir-Kicir dan Tornado (Pendahulu): Wahana putar ekstrem yang memutar tubuh penonton ke berbagai arah, menguji ketahanan perut sekaligus keberanian tingkat tinggi.

    Antre Panjang dan Kenangan Kamera Tustel

    Berkunjung ke Dufan di era 90-an juga mengajarkan arti sebuah kesabaran. Belum ada sistem fast track atau tiket digital; setiap pengunjung harus rela mengantre berpuluh-puluh menit di bawah terik matahari di dalam pagar besi pembatas antrean demi menikmati wahana favorit.
    Setiap detik keseruan di dalam Dufan diabadikan dengan hati-hati menggunakan kamera saku (pocket camera) yang menggunakan rol film berkapasitas 24 atau 36 eksposur. Hasil fotonya harus menunggu dicuci di toko foto langganan, menjadikan setiap cetakan foto fisik sebagai harta karun kenangan masa kecil yang paling berharga.
    Share this...
    • Whatsapp
    • Facebook
    • Telegram
    • Twitter
    • Linkedin
    • Pinterest
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePantai dan Kawasan Pesisir Ancol di Dekade 90-an: Riuh Deburan Ombak, Angin Laut, dan Rekreasi Tanpa Batas
    Next Article Romantisme Pendaki Gunung Era 90-an: Kompor Parafin, Celana Jins, dan Kehangatan Tanpa Sinyal
    Radio90an
    • Website

    Related Posts

    Kebangkitan Toko Buku Bekas dan Majalah Cetak 90-an di Era Digital

    October 18, 2026

    Kafe Tenda Semanggi (KTS): Oase Kuliner dan Tongkrongan Malam Legendaris Era 90-an

    October 15, 2026

    Poster Cafe: Rumah Spiritual Kancah Musik Indie dan Tongkrongan Anak Muda Era 90-an

    October 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.