Radio90an.com – Bagi generasi yang tumbuh besar di era 90-an, mendengar nama Chitato seketika membangkitkan memori tentang keripik kentang bergelombang dengan bumbu sapi panggang yang begitu kuat di lidah. Camilan ini bukan sekadar pengganjal perut, melainkan bagian dari tren gaya hidup anak muda pada masa itu yang terus bertahan hingga hari ini.
Raja Keripik Kentang Lintas Generasi
Chitato pertama kali diperkenalkan ke publik Indonesia pada akhir tahun 1980-an hingga awal dekade 90-an (awalnya dikenal melalui lini produksi yang erat dengan jenama Chiki sebelum berdiri sebagai merek independen pada tahun 1992). Sejak saat itu, produk olahan kentang asli ini berhasil memikat hati masyarakat berkat tekstur bergelombangnya yang khas dan bumbu melimpah di setiap kepingannya.
“Chitato, lahir tahun 1990… Yaitu makanan ringan dari kentang asli, renyah dan penuh rasa, diproses secara higienis dan modern.” (Dokumentasi Sejarah Brand Chitato, Scribd)
Karakteristik keripik yang tebal dan renyah membuat Chitato memiliki sensasi gigitan tersendiri yang berbeda dari keripik kentang tipis biasa. Varian rasa legendaris seperti Beef Barbeque menjadi primadona mutlak yang menemani berbagai aktivitas remaja 90-an, mulai dari belajar kelompok hingga menonton televisi di malam hari.
Konsistensi dan Adaptasi di Tengah Zaman
Rahasia umur panjang Chitato di tengah ketatnya persaingan industri makanan ringan terletak pada kemampuannya beradaptasi. Dari masa ke masa, jenama ini secara konsisten memperbarui desain kemasan, mempertajam formula rasa, hingga meluncurkan berbagai varian inovatif seperti edisi kuliner Asia hingga Crispy French Fries.
“Selama 30 tahun, Chitato Life Is Never Flat telah hadir menemani kita. Senang, sedih, jatuh, bangun, menang, kalah, semua selalu bareng-bareng.” (Rumah Indofood, 2019)
Dengan slogan ikoniknya “Life is Never Flat!”, Chitato membuktikan diri bukan sekadar camilan masa lalu, melainkan ikon budaya pop kuliner yang sukses merajai lintas generasi dari era 90-an hingga era modern saat ini.

