Radio90an.com – Bagi anak-anak yang menghabiskan masa sore di dekade 90-an, momen bermain di lapangan kompleks atau teras rumah selalu diiringi oleh satu penanda waktu yang paling menggugah selera: suara khas teriakan abang penjual jajanan keliling. Jauh sebelum era layanan pesan-antar makanan digital atau gerai makanan cepat saji modern, deretan gerobak dorong sederhana di pinggir jalan adalah surga kuliner yang selalu dinantikan setiap hari.
Menghadang Gerobak Sambil Memegang Uang Logam
Menjelang senja, suara ketukan sendok pada piring kaca atau teriakan lantang dari balik gerobak langsung membuyarkan konsentrasi bermain.
“Sensasi berlari menghampiri abang penjual sate ayam, mi lidi pedas, atau es lilin warna-warni sambil menggenggam erat uang logam sisa jajan adalah momen paling mendebarkan sebelum perut keroncongan.”
Beberapa hal paling ikonis dari jajanan keliling era 90-an meliputi:
-
Sate Ayam Madura Gerobak Biru-Putih: Aroma kepulan asap bakaran arang berpadu harumnya bumbu kacang pekat yang melintas pelan di depan rumah, lengkap dengan lontong berbungkus daun pisang.
-
Es Lilin dan Es Mambo Bungkus Plastik: Es batangan berasa buah buatan rumahan dengan aneka warna terang yang bagian dasarnya sering digigit agar mudah diisap saat cuaca panas.
-
Mie Lidi Pedas dan Rambut Nenek (Arum Manis): Jajanan kering asin gurih berbalur bubuk cabai merah terang atau gulutan gula kapas merah muda manis yang meleleh di lidah.
Cita Rasa Sederhana yang Membekas di Hati
Budaya menikmati jajanan gerobak keliling di dekade 90-an bukan sekadar urusan mengganjal lapar, melainkan bagian dari kehangatan interaksi sosial di lingkungan tempat tinggal yang penuh keakraban.
Kini, meskipun berbagai inovasi kuliner kekinian telah menguasai pasar makanan sehari-hari, kenangan mencium aroma bakaran sate keliling di sore hari akan selalu menjadi cita rasa paling autentik dari masa kecil.

