Radio90.com — Belakangan ini, jika kamu membuka media sosial seperti Instagram atau TikTok, ada pemandangan unik yang mendominasi feed. Bukan foto selfie dengan filter cantik biasa, melainkan gelombang foto bergaya tahun 80-an yang sangat authentic. Dari model rambut mengembang yang ikonik, riasan tebal warna-warni, jaket denim kebesaran, hingga pose ala buku tahunan sekolah AS yang kaku namun menggemaskan.
Fenomena ini tidak hanya menjangkiti netizen biasa, tetapi juga para artis papan atas tanah air dan dunia. Apa sebenarnya yang terjadi, dan aplikasi AI apa yang menjadi dalang di balik demam nostalgia digital ini?
Dari Dian Sastro hingga Nagita Slavina: Semua ‘Kembali’ ke 80-an
Tren ini meledak ketika para selebriti mulai mengunggah hasil transformasi AI mereka. Artis-artis seperti Dian Sastrowardoyo, Nagita Slavina, Chelsea Olivia, hingga musisi seperti Melly Goeslaw terlihat membagikan versi dirinya jika hidup di dekade emas tersebut.
Para penggemar dibuat takjub karena hasilnya tidak hanya mengubah gaya pakaian dan rambut, tetapi juga berhasil mempertahankan kemiripan wajah asli mereka dengan sangat presisi. Hasil foto AI ini terlihat seolah-olah mereka benar-benar melakukan sesi foto di studio profesional pada tahun 1985.
Epik ‘Remix’ AI: Aplikasi ‘EPIK’ di Balik Transformasi Viral
Kunci dari viral-nya tren ini adalah sebuah fitur bernama “AI Yearbook” yang terdapat di dalam aplikasi edit foto asal Korea Selatan bernama EPIK EPIK bukanlah aplikasi baru, namun fitur AI Yearbook inilah yang menjadi pemicu ledakan popularitasnya baru-baru ini.
Aplikasi ini menggunakan teknologi generative AI tingkat lanjut. Pengguna cukup mengunggah 8-12 foto selfie dengan berbagai sudut dan ekspresi. Kemudian, algoritma AI EPIK akan menganalisis fitur wajah pengguna dan mengintegrasikannya secara mulus ke dalam puluhan template foto studio bergaya tahun 80-an dan 90-an yang berbeda (seperti gaya preppy, sporty, grunge, hingga prom night).
Mengapa Tren Ini Begitu Populer?
Ada beberapa alasan mengapa “AI Yearbook” dari EPIK ini bisa begitu viral dan disukai banyak orang:
1. Nostalgia yang Mudah & Instan: Bagi generasi yang hidup di era tersebut, ini adalah perjalanan kenangan yang manis. Bagi Gen Z, ini adalah cara yang menyenangkan untuk mengeksplorasi gaya estetika masa lalu yang dianggap ‘keren’ dan ‘retro’.
2. Kualitas Hasil yang Realistis: Tidak seperti filter wajah biasa, teknologi AI EPIK memberikan hasil yang sangat realistis dan meyakinkan. Kemiripan wajah tetap terjaga, namun gayanya berubah total.
3. Unsur Kejutan & ‘Sharability’: Pengguna tidak tahu hasil template mana yang akan mereka dapatkan, menciptakan unsur kejutan saat hasilnya keluar. Hasil yang lucu, keren, atau konyol sangat cocok untuk dibagikan kembali di media sosial, memancing interaksi dan tawa dari teman-teman.
4. Artis-led Marketing: Ketika figur publik dengan jutaan pengikut ikut serta, tren tersebut secara otomatis mendapatkan validasi dan penyebaran yang sangat masif.
Meskipun EPIK adalah aplikasi gratis untuk diunduh, fitur AI Yearbook ini adalah fitur berbayar (sekitar Rp 60.000 – Rp 90.000 tergantung kecepatan proses). Namun, harga tersebut tampaknya tidak menjadi penghalang bagi jutaan orang yang ingin merasakan sensasi menjadi ‘Anak 80-an’ dalam sekejap.
Tren AI Yearbook dari EPIK membuktikan bahwa perpaduan antara teknologi AI canggih dan rasa kerinduan akan masa lalu adalah formula ampuh untuk menciptakan fenomena budaya digital yang masif di era modern.
Bagaimana dengan kamu? Sudahkah kamu mencoba transformasi AI ala 80-an buatanmu sendiri?

