Radio90.com — Di balik cadasnya panggung heavy metal dan metalcore era 2000-an, nama Oli Herbertmengalir sebagai salah satu fondasi terpenting. Sebagai anggota pendiri sekaligus gitaris utama (lead guitarist) dari unit metal legendaris asal Massachusetts, All That Remains, petikan gitar cepat, harmonisasi dual-gitar yang presisi, serta solo virtuoso miliknya telah membentuk identitas musik band tersebut lewat album-album monumental seperti The Fall of Ideals (2006) dan Overcome (2008).
Namun, pada pertengahan Oktober 2018, berita duka yang mengejutkan menghentak kancah musik dunia. Gitaris berbakat ini ditemukan tewas secara misterius di dekat kediamannya, meninggalkan duka mendalam sekaligus rentetan pertanyaan dan teori konspirasi yang tak kunjung usai hingga bertahun-tahun setelah kematiannya.
Ditemukan di Kolam Dangkal Dekat Rumah
Pada tanggal 16 Oktober 2018, tubuh Oli Herbert yang berusia 44 tahun ditemukan mengambang di kolam dangkal (pond) di belakang rumahnya di Stafford Springs, Connecticut, Amerika Serikat.
-
Laporan Awal: Pihak Kepolisian Negara Bagian Connecticut (Connecticut State Police) merespons panggilan darurat dan menemukan jasad Herbert tak bernyawa. Pada awalnya, insiden ini diduga sebagai kecelakaan tenggelam akibat terpeleset.
-
Hasil Otopsi dan Toksikologi: Laporan otopsi resmi dari pemeriksa medis (medical examiner) mengungkapkan keberadaan zat obat-obatan dalam tubuh Herbert, termasuk obat anti-depresan dan obat tidur yang dipatenkan. Penyebab resmi kematiannya dicatat sebagai tenggelam yang mencurigakan (undetermined/suspicious).
Babak Baru: Penyelidikan Pembunuhan dan Surat Wasiat Mencurigakan
Kepolisian Connecticut tidak menutup kasus ini begitu saja. Kematian Oli Herbert dengan cepat dikategorikan sebagai “kematian mencurigakan” dan memicu penyelidikan tingkat lanjut oleh unit kejahatan utama (Major Crime Unit).
-
Surat Wasiat Seminggu Sebelum Kematian: Hal yang paling memicu kecurigaan publik dan pihak kepolisian adalah fakta bahwa Oli Herbert menandatangani surat wasiat baru hanya satu minggu sebelum ia ditemukan tewas. Dalam surat wasiat tersebut, seluruh harta kekayaan, hak cipta musik, serta aset berharga miliknya dialihkan sepenuhnya kepada sang istri, Elizabeth Woleck Herbert.
-
Tanpa Bantuan Hukum Musisi: Surat wasiat tersebut diketahui dibuat dan ditandatangani di sebuah toko mobil lokal tanpa melibatkan pengacara pribadi Herbert atau perwakilan resmi dari manajemen All That Remains.
-
Ketegangan dengan Anggota Band: Vokalis All That Remains, Phil Labonte, dalam berbagai wawancara media mengungkapkan kekecewaan dan kecurigannya. Labonte secara terbuka menyatakan bahwa hubungan antara para personil band dengan istri Herbert sangat buruk, bahkan melarang Elizabeth untuk hadir dalam acara memorial penghormatan Oli Herbert.
Halaman “Justice for Oli Herbert” dan Spekulasi Fans
Kematian Oli Herbert yang menggantung memicu reaksi keras dari para penggemar metal di seluruh dunia. Sebuah gerakan berbasis publik bertajuk “Justice for Oli Herbert” dibentuk di media sosial oleh para sahabat dan fans untuk menuntut kejelasan hukum serta transparansi penyelidikan.
-
Spekulasi Tanpa Henti: Berbagai teori muncul di forum-forum musik, menuding adanya unsur kesengajaan atau tindak pidana di balik tenggelamnya sang gitaris di air yang terbilang cukup dangkal.
-
Penyelidikan yang Berjalan Panjang: Polisi terus memeriksa dokumen medis, jejak digital, serta mewawancarai saksi-saksi kunci. Meskipun rumor terus berkembang, proses hukum memerlukan bukti forensik yang memadai untuk menentukan apakah ada pihak yang bertanggung jawab secara pidana.
Warisan Nada yang Tak Pernah Padam
Di tengah kecamuk misteri dan tragedi yang melingkupi kepergiannya, warisan musikalitas Oli Herbert tetap berdiri kokoh. Solo gitar ikoniknya dalam lagu-lagu hits seperti “Two Weeks”, “Six”, dan “This Calling” terus menginspirasi jutaan gitaris muda di belahan bumi manapun.
Bagi komunitas musik heavy metal, Oli Herbert bukan hanya seorang musisi bertangan dingin, tetapi juga seorang virtuoso yang mendedikasikan hidupnya untuk seni petikan gitar. Penyelidikan atas kematiannya mungkin masih menyimpan teka-teki, namun deru distorsi dan keindahan harmoni yang ia tinggalkan akan selalu bergema abadi.

