Radio90an.com – Selama hampir tiga dekade, kematian Tupac Shakur menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah hip-hop. Sang rapper legendaris ditembak dalam insiden drive-by shooting di dekat Las Vegas Strip pada September 1996. Beberapa hari kemudian, ia meninggal dunia di usia 25 tahun. Selama bertahun-tahun, kasus ini sempat mandek tanpa ada satu pun orang yang didakwa. Namun, akhirnya titik terang itu datang.
Vonis Bersalah Setelah 30 Tahun
Pada 31 Agustus 2026, juri di Clark County, Nevada, secara bulat menyatakan Duane “Keffe D” Davis bersalah. Pria berusia 63 tahun itu dinyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat pertama dengan penggunaan senjata mematikan. Davis adalah mantan pentolan geng South Side Compton Crips. Sejauh ini, ia merupakan satu-satunya orang yang pernah didakwa dalam kasus tersebut.
Menariknya, Davis tidak dituduh sebagai penembak langsung. Sebaliknya, jaksa penuntut menggambarkannya sebagai “komandan lapangan” yang memerintahkan pembunuhan itu. Bahkan, menurut jaksa, Davis disebut “berburu” Shakur pada malam kejadian.
Bagaimana Kasusnya Terungkap
Selama bertahun-tahun, kasus ini menjadi misteri publik. Padahal, garis besar kejadiannya sebenarnya sudah diketahui pihak kepolisian sejak 1996. Yang selama ini kurang hanyalah bukti yang bisa dipakai di pengadilan.
Titik baliknya muncul dari pengakuan Davis sendiri. Dalam berbagai wawancara dan memoarnya yang terbit tahun 2019, ia berulang kali mengaku berada di kursi penumpang mobil Cadillac putih yang mendekati kendaraan Shakur malam itu. Selanjutnya, penggeledahan rumahnya di Henderson, Nevada pada 2023 memperkuat bukti tersebut. Akibatnya, jalan menuju dakwaan resmi pun terbuka pada September 2023.
Menurut jaksa, motif di balik penembakan adalah aksi balas dendam geng. Beberapa jam sebelum penembakan, terjadi perkelahian antara Shakur dan Orlando Anderson, keponakan Davis. Perkelahian itu terjadi seusai pertandingan tinju Mike Tyson di MGM Grand. Anderson sendiri sempat disebut-sebut sebagai pelaku penembakan. Namun, ia tewas dalam baku tembak antar-geng yang tidak berkaitan pada 1998, sehingga tak pernah diadili.
Proses Persidangan
Sidang berlangsung selama 11 hari yang cukup ketat. Selama proses itu, jaksa menghadirkan 25 saksi untuk merekonstruksi rencana pembunuhan versi mereka. Sempat pula terjadi penundaan sidang dari jadwal awal, karena tim pengacara Davis mengajukan bukti baru. Mereka mengklaim kliennya tidak berada di Las Vegas saat kejadian. Meski begitu, argumen ini pada akhirnya tidak meyakinkan juri.
Davis membantah semua tuduhan terhadapnya. Ia pun menyatakan berencana mengajukan banding. Saat ini, ia terancam hukuman maksimal seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Sementara itu, sidang vonis dijadwalkan berlangsung pada 13 Oktober 2026.
Reaksi Publik
Bagi banyak pihak, vonis ini memberi semacam titik penutup. Selama puluhan tahun, kasus ini terus menjadi bahan spekulasi, mulai dari penggemar hip-hop, pemerhati true crime, hingga penganut teori konspirasi. Di sisi lain, pihak keluarga Shakur menyatakan akan menunggu hasil sidang vonis resmi sebelum memberi komentar lebih lanjut. Sementara itu, jaksa penuntut umum belum memberikan pernyataan resmi pasca putusan.












