Radio90.com — Jika ada rivalitas paling panas, ikonik, sekaligus tragis dalam sejarah musik rock modern, jawabannya adalah perselisihan antara Gallagher bersaudara: Liam dan Noel Gallagher. Sebagai pilar utama raksasa Britpop asal Manchester, Oasis, hubungan cinta-benci antara sang vokalis (Liam) dan sang pengubah lagu utama (Noel) menjadi bahan bakar sekaligus racun bagi perjalanan band tersebut.
Puncaknya pada Agustus 2009, sebuah insiden di belakang panggung Paris mengakhiri perjalanan salah satu band terbesar di dunia. Mari kita telusuri kronologi perselisihan panjang dua bersaudara ini!
Akar Masalah: Dua Kepribadian yang Saling Bertabrakan
Sejak awal pembentukan Oasis di awal 90-an, perselisihan sudah menjadi bagian dari dinamika sehari-hari. Noel adalah sosok perfeksionis, tenang, dan fokus pada penulisan lagu. Sementara itu, Liam adalah sosok rockstar murni: liar, slengean, provokatif, dan kerap bertindak sesuka hati.
Perbedaan karakter ini menciptakan gesekan yang konstan di dalam studio maupun di atas panggung.
Momen-Momen Puncak Perselisihan yang Ikonik
Sepanjang era 90-an hingga 2000-an, perselisihan mereka kerap diwarnai aksi dramatis yang menjadi konsumsi media internasional:
- Insiden Pemukul Kriket (1995): Saat rekaman album fenomenal (What’s the Story) Morning Glory?, Liam membawa rombongan teman-temannya dari pub ke studio. Noel yang merasa terganggu mengusir mereka, hingga berujung perkelahian fisik di mana Noel memukul Liam menggunakan pemukul kriket.
- Drama MTV Unplugged (1996): Beberapa menit sebelum tampil di acara akustik berskala global ini, Liam mendadak batal tampil dengan alasan “sakit tenggorokan”. Noel terpaksa mengambil alih posisi vokalis sendirian, sementara Liam justru terlihat menonton dari area balkon sambil meminum bir dan mengejek Noel dari atas.
- Batal Tur Amerika & Keraguan Status Anak (2000): Dalam sebuah tur di Spanyol, percekcokan hebat terjadi saat Liam mempertanyakan keabsahan putri Noel, Anaïs. Noel yang murka langsung keluar dari tur internasional Oasis saat itu juga.
Titik Hancur: Insiden Gitar Patah di Paris (2009)
Setelah bertahun-tahun bertahan dalam atmosfer kerja yang canggung, ledakan terakhir terjadi pada 28 Agustus 2009 di festival Rock en Seine, Paris.
Hanya beberapa menit sebelum Oasis dijadwalkan naik ke atas panggung utama, pertengkaran hebat pecah di dalam ruang ganti. Liam dilaporkan melempar buah plum ke dinding, lalu mengayunkan gitar milik Noel seperti pedang hingga patah.
Noel berjalan keluar menuju mobilnya dan malam itu juga mengumumkan pengunduran dirinya dari Oasis. Dalam pernyataan resminya, Noel menulis kalimat ikonis:
“Dengan sedikit rasa sedih dan kereliefan yang besar… Saya keluar dari Oasis malam ini. Orang-orang akan menulis apa yang mereka suka, tapi saya tidak bisa lagi bekerja dengan Liam sehari pun lebih lama.”
Pasca-Oasis: Perang Media Sosial dan Prospek Reuni
Setelah pembubaran tersebut, keduanya menempuh jalur masing-masing. Liam membentuk Beady Eye sebelum sukses besar dengan karier solonya, sementara Noel meraih pujian lewat proyek Noel Gallagher’s High Flying Birds.
Perselisihan tak lantas mereda; selama bertahun-tahun Liam gencar mengejek Noel di X (Twitter) dengan julukan “potato” (kentang), sementara Noel bersikukuh tidak akan pernah mau melakukan reuni.
Meskipun demikian, narasi persaudaraan ini tetap menjadi salah satu drama paling menarik dalam sejarah pop culture—sebuah pengingat bahwa takaran ego yang besar bisa melahirkan musik yang luar biasa, namun sekaligus menghancurkannya.
Menurut kamu, apa lagu terbaik Oasis yang lahir dari dinamika unik Liam dan Noel ini?

