Radio90an.com – Dekade 1990-an tidak hanya lekat dengan musik rock alternatif dan deretan acara televisi yang ikonik, tetapi juga dipenuhi oleh demam mainan fisik yang menuntut kreativitas dan ketangkasan. Di antara sekian banyak mainan yang berjaya pada masa itu, satu nama yang paling membekas di ingatan anak-anak dan remaja adalah Mini 4WD—yang lebih populer dengan sebutan Tamiya.
1. Ledakan Popularitas Berkat Serial Anime dan Hobi “Mengulik”
Meskipun merek aslinya berasal dari perusahaan model asal Jepang, demam mobil mainan bertenaga dinamo dan baterai AA ini meledak hebat di Indonesia pada era 90-an, terutama setelah penayangan serial anime legendaris seperti Dash! Yonkuro di televisi dan dilanjutkan kemudian oleh Let’s & Go!.
Anak-anak pada masa itu berbondong-bondong merakit mobil miniatur berskala 1:32 tersebut. Kegembiraan utama dari bermain Tamiya bukan hanya terletak saat mobil itu melesat di lintasan berbentuk huruf U, melainkan pada proses merakit dan “mengulik” komponennya:
-
Merakit Sasis dan Bodi: Menggabungkan bagian demi bagian plastik dengan presisi tinggi.
-
Memilih Dinamo dan Baterai: Berburu jenis dinamo (seperti dinamo setan atau lilitan kustom) serta baterai cas terbaik agar mobil melaju kencang tanpa terbakar.
-
Memasang Aksesori Pendukung: Menambahkan roller, rem, dan sayap pengarah agar mobil tidak keluar lintasan saat menikung tajam di kecepatan tinggi.
Dalam sebuah ulasan mengenai sejarah budaya pop dan mainan tradisional generasi masa lalu, hobi merakit Tamiya digambarkan sebagai sentuhan awal anak-anak pada dunia teknik dasar:
“Tamiya disukai selain bisa dikoleksi tapi juga bisa dikulik. Ngulik dinamo Tamiya, mencat ulang bodinya, serta merakit mekaniknya tuh jadi pengalaman pertama bersentuhan dengan dunia teknik bagi anak-anak.”— Arsip Sejarah Tren Mainan Global & Nusantara (Sumber: Jurnal Retrospektif Permainan Era 90-an)
2. Ajang Kompetisi dan Sirkuit di Pusat Perbelanjaan
Pada akhir pekan, suasana pusat perbelanjaan atau toko mainan lokal kerap dipadati oleh para pehobi cilik yang membawa kotak perlengkapan (toolbox) penuh perkakas dan suku cadang. Kompetisi balap Tamiya diadakan di berbagai tempat, menguji ketahanan dan kecepatan mobil rakitan di atas lintasan plastik yang rumit.
Bagi generasi 90-an, memiliki satu unit Tamiya original—atau bahkan merek alternatif yang lebih terjangkau bagi yang memiliki anggaran terbatas—serta merakitnya bersama teman-teman sepermainan adalah sebuah bentuk kebanggaan tersendiri yang menghiasi masa kecil penuh warna.

