Radio90.com — Musik reggae bukan sekadar tentang alunan ritme yang santai atau gaya rambut dreadlocks. Genre yang lahir dari sudut-sudut kota Kingston, Jamaika ini adalah simbol perlawanan, pesan perdamaian, dan ekspresi spiritual yang berhasil mendunia.
Dari jalanan Karibia hingga diakui sebagai warisan budaya dunia, mari kita telusuri perjalanan sejarah musik reggae!
Akar Mula dan Evolusi Ritme (1960-an)
Sebelum reggae lahir, Jamaika sudah lebih dulu digoyang oleh musik Ska pada akhir era 50-an dengan tempo yang sangat cepat dan energik. Seiring berjalannya waktu, suhu politik dan sosial di Jamaika makin memanas pada pertengahan 60-an.
Perubahan iklim sosial ini memengaruhi ritme musik lokal:
-
Rocksteady: Tempo ska yang cepat mulai diperlambat menjadi rocksteady. Penekanan nada bass dibuat lebih berat, sementara liriknya mulai menyoroti kehidupan sosial pemuda jalanan (Rockies atau Rudeboys).
-
Lahirnya Reggae (1968): Pada tahun 1968, istilah “reggae” pertama kali muncul secara resmi dalam judul lagu “Do the Reggay” milik grup Toots and the Maytals. Ritme rocksteady kembali diperlambat, memberi ruang lebih luas pada ketukan drum one-drop dan aksentuasi gitar offbeat yang menjadi ciri khas utama reggae.
Era Bob Marley dan Penyebaran Budaya Rastafari
Dekade 1970-an menjadi era emas kebangkitan reggae di tingkat internasional. Sosok yang paling bertanggung jawab atas ledakan ini adalah Bob Marley bersama grupnya, The Wailers (yang juga dihuni Peter Tosh dan Bunny Wailer).
Lewat album-album fenomenal seperti Catch a Fire (1973) dan Exodus (1977), Bob Marley membawa reggae keluar dari Jamaika:
-
Pesan Perdamaian dan Lirik Sosial: Lagu-lagu seperti “One Love”, “Get Up, Stand Up”, dan “Redemption Song” bukan cuma menghibur, tapi menjadi lagu perjuangan menolak penindasan dan rasisme.
-
Pengaruh Rastafari: Reggae menjadi medium utama untuk menyebarkan ajaran dan filosofi Rastafari, sebuah gerakan spiritual dan budaya khas Jamaika yang mengusung nilai-nilai persatuan, kedamaian, serta cinta alam.
Perkembangan Sub-Genre: Dub, Dancehall, dan Reggae Nusantara
Seiring berjalannya waktu, reggae terus berevolusi dan melahirkan berbagai variasi musik baru yang unik:
-
Dub: Teknik meremix lagu reggae dengan menonjolkan nada bass, drum, serta efek suara (echo dan reverb). Dipelopori oleh produser jenius seperti King Tubby dan Lee “Scratch” Perry, dub menjadi cikal bakal lahirnya musik elektronik modern (EDM).
-
Dancehall: Muncul pada akhir 70-an dengan tempo yang lebih cepat dan gaya vokal toast (mirip rap), yang kemudian memengaruhi perkembangan musik hip-hop dunia.
-
Reggae di Indonesia: Musik reggae masuk ke Nusantara dan mendapat tempat khusus di hati anak muda. Nama-nama seperti Mbah Surip, Steven & CoconutTreez, Tony Q Rastafara, hingga Ras Muhamand berhasil mempopulerkan reggae dengan sentuhan lokal yang khas.
Diakui Sebagai Warisan Budaya Dunia
Pada tahun 2018, organisasi UNESCO secara resmi menetapkan musik reggae Jamaika sebagai Warisan Budaya Takbenda. Pengakuan ini diberikan karena kontribusi reggae yang sangat besar dalam menyebarkan pesan tentang kemanusiaan, cinta, dan keadilan di seluruh dunia.
Hingga hari ini, irama santai reggae terus bergema di berbagai belahan dunia, mengingatkan kita bahwa musik punya kekuatan besar untuk menyatukan perbedaan.
Lagu reggae mana yang paling sering jadi playlist andalan kamu pas lagi pengen santai?

