Radio90an.com – Sebelum era perpustakaan digital dan gawai pintar menguasai keseharian anak muda, cara paling menyenangkan untuk menikmati cerita bergambar adalah dengan mendatangi lapak-lapak penyewaan buku atau “taman bacaan” keliling. Di dekade 90-an, bisnis penyewaan komik dan majalah rumahan menjamur di sudut-sudut kampung, menjadi tempat pelarian favorit bagi anak-anak dan remaja setelah pulang sekolah.
Menyusuri Rak Penuh Judul Legendaris
Penyewaan komik biasanya menempati teras rumah atau kios kecil yang dipenuhi rak-rak kayu sederhana. Dengan modal uang sewa yang sangat murah—biasanya dihitung per hari untuk setiap buku—pembaca bisa membawa pulang petualangan seru dari berbagai belahan dunia.
“Aroma khas kertas halaman komik lama yang dibungkus sampul plastik bening adalah tanda dimulainya petualangan imajinatif yang luar biasa.”
Beberapa jenis bacaan yang paling diburu di lapak-lapak tersebut meliputi:
-
Komik Jepang (Manga) Terjemahan: Era 90-an adalah masa di mana judul-judul besar seperti Dragon Ball, Doraemon, Kung Fu Boy, dan Sailor Moon mulai membanjiri pasar Indonesia dan menjadi bahan rebutan di tempat penyewaan.
-
Majalah Anak dan Remaja: Seperti majalah Bobo atau Anakku bagi anak-anak, hingga majalah cerita misteri dan horor lokal.
-
Novel Petualangan: Serial terjemahan populer seperti Lima Sekawan (Famous Five) karya Enid Blyton yang selalu laris dipinjam bergiliran.
Ruang Interaksi Sosial yang Hangat
Lapak penyewaan komik bukan sekadar tempat transaksi pinjam-meminjam buku, melainkan wadah interaksi sosial yang erat. Anak-anak sering kali duduk berlama-lama di lantai kios, berdiskusi mengenai kelanjutan cerita jagoan favorit mereka, atau memesan (booking) edisi terbaru komik yang baru saja diterbitkan minggu itu.
Kini, meskipun kios-kios penyewaan komik fisik sebagian besar telah tutup tergerus zaman digital, kenangan menanti dengan tidak sabar kelanjutan cerita komik favorit di rak-rak kayu sederhana akan selalu hidup dalam ingatan generasi 90-an.

