Radio90.com — Bad Brains memegang kunci penting lahirnya kancah hardcore punk dunia. Band ini dibentuk di Washington, D.C. pada akhir era 1970-an.
Kuartet Afro-Amerika ini membuat tempo musik punk menjadi lebih cepat. Selain itu, mereka juga meruntuhkan stigma rasial dalam musik cadas.
Mereka menggabungkan kecepatan kilat dengan irama reggae yang santai. Oleh karena itu, Bad Brains menjadi salah satu band paling berpengaruh sepanjang masa.
Awal Mula Berdiri
Perjalanan Bad Brains bermula pada tahun 1975. Saat itu, Paul Hudson (H.R.), Gary Miller (Dr. Know), Darryl Jenifer, dan Earl Hudson membentuk grup jazz-fusion. Band awal mereka ini bernama Mind Power.
Para personelnya memiliki keterampilan teknik bermain musik yang sangat tinggi. Namun, pandangan bermusik mereka berubah total pada tahun 1977.
Mereka mendengarkan album dari Sex Pistols, The Damned, dan Ramones. Akhirnya, mereka membubarkan Mind Power dan membentuk band baru bernama Bad Brains.
Revolusi Hardcore Punk
Pada awal 80-an, Bad Brains menyajikan aksi panggung yang sangat liar. Vokal H.R. melengking tinggi sambil melakukan backflip di atas panggung. Sementara itu, irama gitar dan drum mengiringi dengan sangat cepat.
Pada tahun 1982, mereka merilis album perdana bertajuk Bad Brains. Album bentuk kaset ini menjadi fondasi penting bagi gerakan hardcore punk.
Lagu seperti “Sailin’ On” dan “Pay to Cum” dimainkan dengan sangat cepat. Namun, musik mereka tetap terdengar rapi. Selain lagu cepat, mereka juga menyelipkan musik reggae spiritual.
6 Fakta Unik Bad Brains
1. Seluruh Personel Berkulit Hitam
Pada era 80-an, musik punk didominasi oleh anak muda kulit putih. Namun, Bad Brains mendobrak batasan tersebut. Mereka menjadi band hardcore punk pertama yang seluruh personelnya Afro-Amerika.
2. Berlatar Belakang Musisi Jazz
Para personel Bad Brains adalah musisi jazz-fusion terlatih. Oleh karena itu, mereka bisa memainkan musik punk super cepat tanpa kehilangan presisi.
3. Dilarang Tampil di Kota Sendiri
Aksi panggung mereka dianggap terlalu liar oleh pemilik venue. Akibatnya, mereka dilarang tampil di Washington, D.C. Kisah ini kemudian diabadikan dalam lagu “Banned in D.C.”.
4. Rekaman Vokal dari Penjara
Saat menggarap album I Against I (1986), H.R. sedang berada di dalam penjara. Namun, ia tetap menyanyikan lagu “Sacred Love” langsung dari saluran telepon umum penjara.
5. Menginspirasi Band Raksasa
Pengaruh Bad Brains sangat besar bagi musisi generasi berikutnya. Bahkan, Kurt Cobain (Nirvana), Beastie Boys, dan Foo Fighters mengagumi karya mereka.
6. Menggabungkan Dua Musik Bertolak Belakang
Bad Brains sering menyisipkan lagu reggae di tengah konser punk yang bising. Jadi, penonton bisa berdansa santai setelah saling bertabrakan di area moshpit.
Keberanian Bad Brains membuktikan bahwa musik cadas tidak memiliki batasan warna kulit. Hingga kini, semangat positif mereka terus bergema di seluruh dunia.
Apakah kamu sudah pernah mendengarkan lagu-lagu dari Bad Brains?

