Radio90an.com – Kancah musik rock alternatif Indonesia kembali berduka. Aries Budiman, yang dikenal luas sebagai penggebuk drum dari grup musik Garasi, dikabarkan meninggal dunia pada hari Jumat, 18 September 2026, dalam usia 44 tahun. Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, rekan-rekan musisi, serta para penikmat musik tanah air.
1. Awal Mula Perjalanan dan Kontribusi di Band Garasi
Nama Aries Budiman mulai melambung di industri hiburan nasional seiring dengan kemunculan band Garasi yang dibentuk melalui trilogi film layar lebar berjudul sama pada tahun 2005. Bersama Fedi Nuril dan Ayu Ratna, Aries menjadi salah satu personel formasi awal yang ikonik.
Ia dikenal lewat ketukan drumnya yang bertenaga namun tetap dinamis, memberikan fondasi ritmik yang kuat pada singel-singel hit Garasi yang menghiasi era 2000-an. Selain bermusik, almarhum juga dikenang lewat keterlibatannya dalam dinamika perjalanan kreatif band tersebut.
2. Ungkapan Belasungkawa dan Penghormatan Terakhir
Kabar kepulangan almarhum pertama kali disebarkan oleh komunitas lokal seperti Sukabumi Drummer, yang kemudian dibanjiri ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan. Rekan-rekan terdekat di industri musik, termasuk para personel Garasi, turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
Mengenang sosok almarhum serta dedikasinya yang tinggi di dunia seni, rekan-rekan musisi menyampaikan kutipan penghormatan terakhir:
“Rest in peace, Aries. Terima kasih atas perjalanan dan karya luar biasa yang telah kita bangun bersama di band Garasi sejak hari pertama.”— Rekan Musisi & Anggota Band Garasi (Sumber: Arsip Duka Cita & Media Sosial Resmi Personel Garasi)
“Almarhum adalah sosok penggebuk drum yang berdedikasi tinggi, ramah, dan sangat loyal terhadap perkembangan kancah musik rock alternatif di Indonesia.”— Komunitas Sukabumi Drummer (Sumber: Portal Berita Musik Nasional)
Jenazah almarhum direncanakan untuk dimakamkan di daerah Sukabumi, Jawa Barat, diiringi doa dari keluarga dan para sahabat tercinta. Selamat jalan, Aries Budiman. Karya dan ketukan ritmikmu akan terus mengenang jejak langkahmu di belantika musik Indonesia.

