Radio90.com — Sepanjang kariernya di industri musik, Eminem dikenal sebagai rapper yang tak pernah takut menabrak batasan. Rima-rimanya sering kali tajam, satir, dan penuh provokasi politik. Namun, pada dekade 2000-an, kontroversi lagu Eminem tidak hanya berhenti di meja Sensor Musik atau protes kelompok ormas, melainkan berujung pada panggilan resmi dari lembaga intelijen dan pengamanan presiden Amerika Serikat, Secret Service.
Insiden ini dipicu oleh sebuah lagu bocor (unreleased track) yang memuat lirik bernada ancaman langsung terhadap Presiden AS saat itu, George W. Bush.
1. Bermula dari Kebocoran Lagu ‘We As Americans’ (2003)
Pada akhir tahun 2003, materi lagu yang belum dirilis resmi untuk album Encore mendadak bocor ke internet. Salah satu trek yang mencuri perhatian publik dan media arus utama adalah lagu berjudul “We As Americans”.
Dalam lagu tersebut, Eminem menyuarakan rasa frustrasinya terhadap sistem politik, kepemilikan senjata api, dan kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Namun, ada satu baris lirik yang dinilai melampaui batas hukum federal:
“Fuck money, I don’t rap for dead presidents. I’d rather see the president dead, it’s never been said but I set precedents.”
Pernyataan “I’d rather see the president dead” (Saya lebih suka melihat presiden mati) langsung memicu alarm bahaya di markas Secret Service Washington D.C., karena di bawah hukum Amerika Serikat, mengancam keselamatan Presiden AS adalah tindak pidana berat (federal crime).
2. Proses Interogasi dan Penyelidikan Resmi Secret Service
Secret Service mengambil langkah tegas dengan membuka penyelidikan resmi (official investigation) terhadap Marshall Mathers.
-
Interogasi Tatap Muka: Pada bulan Desember 2003, juru bicara Secret Service membenarkan bahwa pihak agen intelijen telah melakukan pemeriksaan dan interogasi terhadap Eminem beserta manajemennya untuk menentukan apakah lirik tersebut merupakan ancaman nyata (credible threat) atau sekadar kebebasan berekspresi (freedom of speech).
-
Lirik yang Diubah: Akibat penyelidikan tersebut, ketika lagu “We As Americans” akhirnya dirilis secara resmi dalam bonus CD album Encore (2004), kata “dead” dan “president” mengalami sensor total (mute) untuk menghindari masalah hukum lebih lanjut.
3. Kembali Diperiksa di Era Donald Trump lewat ‘Framed’ (2017)
Fenomena diinterogasi Secret Service ternyata tak hanya terjadi sekali dalam hidup Eminem. Pada tahun 2017, agen Secret Service kembali mendatangi sang rapper setelah ia merilis lagu “Framed” dari album Revival.
-
Ancaman Terhadap Donald dan Ivanka Trump: Dalam lagu “Framed”, Eminem menyelipkan lirik fiksi bertema pembunuhan yang menyeret nama Presiden Donald Trump dan putrinya, Ivanka Trump.
-
Laporan dari Jurnalis: Dokumen internal Secret Service yang dibuka untuk publik pada tahun 2019 mengungkapkan bahwa penyelidikan kedua ini berawal dari laporan seorang jurnalis media yang mempertanyakan apakah lirik Eminem dikategorikan sebagai ancaman politik. Agen Secret Service bahkan sempat membacakan kembali lirik lagu tersebut di depan Eminem dalam sesi wawancara khusus sebelum akhirnya kasus ditutup tanpa tuduhan.
Batasan Antara Kebebasan Berkesenian dan Hukum Negara
Kisah interogasi Eminem oleh Secret Service menjadi salah satu catatan sejarah paling unik dalam kultur pop dan hip-hop modern. Insiden ini memperlihatkan betapa besarnya daya tawar dan pengaruh lirik lagu seorang musisi, hingga mampu membuat lembaga keamanan tertinggi sebuah negara adidaya turun tangan secara langsung.
Bagi Eminem, tekanan dari lembaga hukum tidak pernah menghentikan kebebasannya bersuara—ia justru menjadikan pengalaman diinterogasi tersebut sebagai bahan bakar karya lagu selanjutnya.

